April Mop;
Umat Islam Tak Pantas Rayakan April Mop
Medan (ANTARA News) - Umat Islam sangat tak pantas merayakan “April
Mop” atau “The April Fool Day”, karena kebiasaan itu merupakan
peringatan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada 1 April
1487 Masehi.
Umat Islam banyak yang “latah” dan merayakan April Mop tanpa
mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut, kata cendikiawan
Muslim, Ir. H. Asmara Dharma, dalam tulisannya yang diterima ANTARA di
Medan, Minggu.
Dijelaskannya, perayaan April Mop itu diawali peristiwa penyerangan
besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol yang ketika
itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Maret 1487 Masehi.
Kota-kota Islam di Spanyol, seperti Zaragoza dan Leon di wilayah
Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat,
Lisabon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada
sebagai kota pelabuhan berhasil dikuasai tentara Salib.
Umat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika
meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada.
Tentara Salib itu menjanjikan keselamatan dan memperbolehkan ummat
Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan persenjataan
mereka.
Namun ketika ribuan umat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal
yang tadinya sandar di pelabuhan langsung dibakar dan kaum Muslimin
dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah.
Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji itu terjadi pada 1 April
1487 Masehi dan dikenang sebagai “The April Fool Day”.
Selanjutnya, kata Dharma, peristiwa “The April Fool Day” itu
dipopulerkan menjadi April Mop dengan “ritual” boleh mengerjai, menipu
dan menjahili orang lain pada tanggal itu, tetapi bernuansa gembira.
“Ritual tersebut disyaratkan dengan tidak bolehnya orang yang ditipu
dan dijahili itu marah dan membalas,” katanya.
Salah seorang remaja Muslim, Julia Putri, mengaku tidak mengetahui
sejarah April Mop, meski sering melakukannya ketika masih di bangku
sekolah.
Namun Julia mengaku terkejut jika perayaan April Mop terkait dengan
peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol.
Sementara itu, Rita Sahara, remaja Medan lainnya, juga menyatakan
tidak mengetahui sejarah awal perayaan April Mop.
Dia menyatakan hanya mengetahui April Mop berkaitan dengan praktek
menjahili, menyampaikan informasi bohong dan mengolok-olok orang lain
dengan membuat kejutan.
Setelah mengetahui sejarah April Mop itu, ia mengimbau umat Islam,
khususnya kaum remaja, tidak perlu merayakan April Mop karena sama
artinya merayakan pembantaian umat Islam. (*)
April 25, 2008 pada 11:10 am
jujur aku baru tau tentang april mop. kok sampai saat ini belum banyak media atau orang2 yang nyebarin soal ini ya??? kasian juga anak2 sekarang (termasuk aku). sering2 aja kasih info soal islam. aku dukung.
cute